OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Things to do while trekking Papandayan

Beberapa kali naik gunung, semua karena kerjaan yang berarti ‘disuruh’ dan bukan kemauan sendiri. Maklum entah kenapa dari kecil saya nggak pernah bisa jauh-jauh dari bibir pantai. Rasanya ada yang salah kalau liburan tapi nggak menyentuh air. Kering is not my middle name. Tapi jangan kuyub juga sih.

“Mau ikut naik Papandayan nggak? “ bunyi text yang masuk ke whatsapp siang itu.

Refleks saya ingin menolak, tapi begitu melihat sang empunya nomer, saya pun mikir dua kali. Gimana enggak, yang ngajak siang itu adalah Abex (dia ini pendaki gunung wanita kawakan berambut bondol yang jago masak dan baik hati, cek dong disini).

Maka setelah menimbang-nimbang sepenuh jiwa dan raga, dengan pertimbangan matang yang melelahkan selama.. 2 menit, gue mengiyakan ajakan itu. Akhirnya gue naik gunung lagi, untung saja peralatan lenong masih lumayan lengkap. Ni dia beberapa barang-barang krusial yang mesti kalian miliki untuk mendaki :

papandayan_2

  1. Sepatu trekking.

Mungkin akan berasa lebih berat daripada sepatu casual lain yang biasa dipakai jalan, tapi percayalah, kenyamanan saat menempuh jalur berbatu atau berakar yang akan menyolek-nyolek jari dan pergelangan kaki yang terbuka. Sepatu dengan model angkel tinggi juga direkomendaikan untuk melindungi dari kemungkinan terkilir akibat batu-batu yang mudah lepas dan lainnya. Percaya atau enggak, sepatu yang nyaman itu menolong stamina juga loh.

  1. Tas ransel yang sesuai.

Sesuai disini artinya tas ransel itu akan membagi beban pada lokasi-lokasi yang lebih kuat daripada hanya sekedar di pundak. Beban yang hanya terpusat pada satu titik akan cepat melelahkan fisik, dan bikin pungung encok (maklum dah nini-nini). Jadi carilah tas yang benar dengan penompang pinggang.

  1. Baju yang sesuai

Pernah dengar kalau naik gunung itu jangan pakai celana jeans? That’s true. Jangan kepikiran untuk memakai jeans saat mendaki gunung. Jeans akan berat saat dipakai trekking, dan susah kering saat terkena basah, akibatnya kulit tetap basah dan rasa dinginpun mendera bagai kenangan mantan yang sulit terhapuskan #eaaa

  1. Botol minum

Lebih baik isi ulang dapripada ikutan menyumbang sampah plastik.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saat penjemputan pun tiba. Teman-teman dari Basecamp Adventure benar-benar mengurus kami dan memastikan segala kebutuhan terpenuhi. Mulai dari cemilan-cemilan saat di perjalanan hingga saat pendakian berlangsung.

Mereka bilang Papandayan cocok untuk pemula, dan mereka benar! Dari awal pendakian jalur berbatu yang lumayan landai menyambut kami, sementara background di kejauhan mirip-mirip jalur pendakian cartenz katanya. Katanya loh.. lah saya belum pernah mampir ke Cartenz.

Kawah-kawah menganga bertebaran di saping jalur. Warna keabuan mendominasi diantara semburat kekuningan, sementara lereng gunung yang subur menjulang gagah dibelakangnya.

papandayan_3

Langkah kaki kami pelan tapi pasti. tips lagi nih : untuk membiasakan diri pada awal-awal pendakian, bergeraklah dengan lambat tapi konsisten. Otot jantung masih perlu menyesuaikan diri, sehingga perlu beberapa saat untuk mencapai kondisi stabil.

Tidak perlu waktu terlalu lama untuk mencapai lapangan dimana terdapat persimpangan jalan, setelah kurang lebih 2,5 jam : antara Pondok Selada dan Goeber Hoet . Kalau biasanya Papandayan dipenuhi para pendaki kali itu karena kami menyambangi disaat pertengahan minggu di bulan puasa pula, maka tak tampak keramaian yang justru makin membuat suasana lebih menyenangkan.

Entah kenapa kami dibawa ke jalur yang mengarah ke Goeber Hoet.

Ternyata PEMANDANGAN DARI SINI KEREN BANGET! Maksdunya tuh dari area dimana tenda kami berdiri terlihat gunung Cikuray di kejauhan dengan hamparan kawah didepannya. Ah keindahannya bisa langsung dilihat di video yang ada di akhir artikel ini.

Bukan itu saja, ketika kami sampai di area perkemahan, TENDA TENDA KAMI TELAH BERDIRI!.. bukan itu aja GORENGAN SUPER ENAK DENGAN TEH ANGET JUGA ADA. Bukan ini bukan capslock yang tiba-tiba rusak. Tapi memang ternyata naik gunung itu nggak selamanya susah dan sengsara.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kursi-kursi lipat dan meja pun sudah siap menampung kami, terpasang rapi di depan tenda.

Jadi orang-orang tu menganggap naik gunung itu sengsara? Paling nggak buat saya, IYA! makanya jadi anak pantai, demennya dibelai ombak dan leyeh-leyeh sambil menyeruput es kelapa.

Ok, pembahasan kembali ke tenda : selain sudah berdiri manis, isinya pun sudah lengkap. Alas matras sudah pada posisi dikedua sisi, dengan sleeping bag diatasnya.

Bagi yang bingung harus melakukan apa di gunung, nih hal-hal yang wajib dilakukan di gunung Papandayan :

  1. Timelapse

Jangan sampai kehilangan moment untuk mengabadikan baik sunset maupun sunrise jika tenda kamu berada di Goeber Hoet karena keduanya luar biasa keren! Cuma siap-siap aja pakai sarung tangan, karena pastinya suhu lumayan rendah dikedua waktu tersebut.

  1. Melancarkan kunci-kunci gitar di sekitar api unggun.

Malam-malam saat menunggu makanan dihidangkan (see, how luxurious it be) sembari menyeruput kopi atau teh jahe, pangkulah gitarmu dan jangan malu untuk memancing seluruh teman-teman yang ada untuk ikut memnyenyikan lagu yang kuncinya baru dihapalkan siang tadi. Salah-salah sedikit nggak apa, toh mereka juga akan maklum dan tetap menyanyi dengan semangatnya.

papandayan_5

  1. Membuat foto bimasakti / Milky Way

Berdoalah semoga malam ini langit akan cerah dan bulan bersembunyi malu-malu, meinggalkan langit yang gelap gulita dengan taburan bintang bagaikan pasir diserakkan. Pasang tripodmu dan lanjuuut!!

  1. Mengunjungi hutan mati

Bagian sisi lereng yang terkena semburan lahar dari gunung Papandayan pada tahun 2002 lalu, meninggalkan hutan yang tampak merana tanpa daun tersisa, dengan batang-batangnya yang hangus. Tampak kontras dengan warna putih dari bebatuan yang kehilangan humusnya. Sungguh magical.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Well, terlepas dari reputasi Papandayan yang hanya sesuai bagi pendaki pemula, keindahannya tak bisa diangagp sebelah mata. Maka, angkat ranselmu dan mendakilah!

papandayan_1

Note :

Pengen trip seru ini, cus ke

Jl. Arif Rahman Hakim No.4, 1st Floor, Depok

www.basecampadventureindonesia.com

WA +628111100968

email : info@basecampadventureindonesia.com

atau intip-intip instagram mereka.

Advertisements

5 thoughts on “Things to do while trekking Papandayan”

  1. Oh fine menimbang 2 menititu melelahkan hahaha
    Btw jadi inget 6 tahun lalu ke papandayang tektok ngak nginep lalu pulang nya gw gempor ngak sanggup nyetir balik jakarta dan akhir nya tidur di pom bensin dalam mobil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s