Beautiful Ling Al beach – Alor

Sesi diving kami telah selesai. Beberpa hari diving di Alor, dan sekarang waktunya menikmati hari ‘libur’ sebelum kembali ke kota masing-masing esok hari.

Ling Al

Nama ini sudah saya dengar berkali-kali sejak tiba di Alor. Penasaran? Tentu saja. Maka sekaranglah waktunya untuk mengunjungi lokasi yang sedang naik daun ini.

Kapal kayu yang kami sewa berangkat pukul 8.30, dari pelabuhan di Alor Kecil, terlambat satu jam dari jadwal sebelumnya. Terik matahari menaungi perjalanan kami. Setelah melewati selat antara Alor kecil dan pulau Pura, daratan secara konsisten berada disebelah kiri kami, pertanda kami menuju kearah selatan teluk Kalabahi.

IMG_5525

IMG_5412

Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 1-1,5 jam saja. Tidak terasa. Dan mendadak kami semua telah sampai di teluk pantai LingAl yang luar biasa indah. Dari jauh telah terlihat bentangan pasir putih sejauh 3 kilometer.

Mendekati daratan, air laut berubah warna menjadi biru muda, bergradasi semakin muda hingga menjadi putih sempurna saat kaki kami menginjak daratan. Luar biasa!

Pose wajib yang harus dilakukan di pantai LingAl ini justru berada diatas bukit. Harus sedikit rela untuk trekking selama kurang lebih 20-30 menit. Tergantung kecepatan berjalan masing-masing. Tapi hasilnya dijamin tidak akan mengecewakan.
IMG_5557 (1)Kebingungan sempat dirasakan para teman-teman diver yang sudah terlebih dahulu terbius keindahan alam bawah laut Alor yang luar biasa,

“trus nanti kita ngapain aja? Masa cuma di pantai doang?”

“Bisa snorkling nggak?”

Rupanya kekawatiran itu nggak berasalan, kami nggak kehabisa kegiatan disini. Selain berfoto-foto, kami juga beruntung dapat meminjam sebuah perahu kayu milik anak-anak setempat. Mereka juga dengan senang hati bermain-main bersama kami.

IMG_5560

IMG_5559


IMG_5580

IMG_5577

Well, para diver maupun non-diver yang berkunjung ke Alor, sempatkan main ke pantai LingAl yaaahh.

Tips

• Bawalah makanan dan minuman sendiri, karena tidak ada warung ataupun rumah penduduk di area pantai ini.

• Alat snorkling wajib juga untuk dibawa serta. Pada satu bagian pantai yang  tepat berada di bawah tebing, dasar laut dihiasi karang-karang. Terdapat juga ikan-ikan beraneka ragam. Perlu diingat jangan snorkling terlalu dekat karang karena surge (gerakan mengayun akibat gelombang) yang lumayan terasa ketika berada didekat karang-karang tersebut.

• Jangan membiasakan diri untuk memberikan uang pada anak-anak kecil yang ikut bermain, lebih baik berikan makanan atau alat tulis / buku. Selain lebih bermanfaat juga sebaiknya tidak mendidik mereka untuk meminta uang pada turis.

• bawalah kembali sampah, jangan ditinggalkan di pantai atau dibuang ke laut.

Info 

Pelabuhan Alor Kecil berjarak kurang lebih 14 kilo dari kota Kalabahi.

Harga sewa perahu dihitung 100.000 /  perorang atau kalau harga menyesuaikan jika penumpang lebih sedikit.

Tiap hari sabtu ada saja relawan yang berkunjung ke LIngAl untuk bermain dan belajar bersama anak-anak setempat. Feel free to join ya.

Lokasi

lingal

Untuk informasi jam keberangkatan perahu hubungi Facebok Page Zoom ALor

Never miss any interesting story by following this blog

<a class=”wordpress-follow-button” href=”http://en.blog.wordpress.com&#8221; data-blog=”http://en.blog.wordpress.com&#8221; data-lang=”en”>Follow WordPress.com News on WordPress.com</a>
(function(d){var f = d.getElementsByTagName(‘SCRIPT’)[0], p = d.createElement(‘SCRIPT’);p.type = ‘text/javascript’;p.async = true;p.src = ‘//widgets.wp.com/platform.js’;f.parentNode.insertBefore(p,f);}(document));

The Mission in Alor

It is a mission

… A book.

A book with beautiful Alor underwater scenery and creatures. Yup, kali ini tim Wet Traveler mendapat tugas mulia untuk menyebarkan keindahan Alor pada dunia luar.

Alor, kepulauan yang terletak di utara pulau Timor, bisa dicapai hanya dengan 40 menit terbang dari Kupang. Beberapa tahun terakhir ini memang cukup naik daun dan rame dikunjungi para diver baik dari luar maupun domestik. Visibilitynya yang setali tiga uang dengan aquariumlah, selain juga warna-warni coralnya yang bikin kalap, menjadi kemewahan yang selalu dapat dinikmati disini.

Beberapa kali mengunjungi Alor dan sempet share cerita juga disini dan disini, kali ini gue kabagian jadi model untuk para fotografer dan juga megang kamera. Hal yang paling sulit dilakukan setelah semua ini usai : memilih footage untuk video hahahaha.. soalnya semua terlihat bagus! Nggak kebayang sih bagian penyortiran foto untuk bukunya, pasti lebih pusing lagi ( baca : Pinneng )

Well, cerita selanjutnya silakan dinikmati dalam bentuk audio visual dalam Wet Traveler #GoDiscover Alor yaah :

6 things to do in Mentawai for non-surfer

Mentawai.. Surfing

Pasti deh kata itu yang langsung terpikir ya kalau denger kata Mentawai. Padahal nih ya, nggak selamanya di Mentawai itu kegiatannya kudu surfing belaka. Buktinya waktu terakhir gue kesana, cuma sempet surfng 3 kali doang gara-gara nggak ada ombak. Trus jadinya ngapain aja?

_MPS9221

• Sun Bathing

Mentawai punya pantai-pantai yang super indah. Pulau Awera yang gue kunjungi kemarin itu pasirnya super putih dan airnya bening. Seger banget deh untuk nyelup-nyelup imut sambil foto-foto. Jangan lupa pakai pelindung yaaa.. maksudnya pakai sunscreen dan kacamata hitam biar makin heiiits.

GOPR7117-1

• Snorkling

Kata siapa Mentawai cuma punya ombak. Nih gue dah buktiin sendiri kalau spot snorklingnya juga oke. Yang harus diperhatikan adalah arusnya, karena memang dengan ombak-ombaknya yang besar, beberapa spot lumayan berarus. Lumayan buat latihan otot paha.

_MPS9005-1

• Membaca

Taruh gadget kamu, dan nikmati ‘me time’ dengan membaca di hammock yang bisa dipasang dimanapun. Akhirnya buku yang udah dibeli bulan lalu bisa dibaca juga heheh.. jangan lupa juga bawa Ocean Melody mu 😀

_MPS9019-1

• Yoga

Sekarang ini udah banyak temen-temen yang nyari lokasi alami untuk beryoga di alam terbuka, selingan yang menyenangkan untuk yang biasanya yoga di indoor. Rasanya lebih menyatu dengan alam. Kebayang nggak tuh waktu lagi pernapasan mejemin mata, kulit terbelai angin sepoi-sepoi dan telinga dimanjakan dengan suara deburan air. Damai.

GOPR6975-1

• Mancing

Siap-siap deh bawa joran, atau paling nggak benang pancing dan kailnya. Lumayan kan kalau bisa makan malam dengan hasil jerih payah sendiri 😀

_MPS9071-1

GOPR6997-1

• Kuliner lokal

Semakin aneh semakin seru. Kemarin gue sempet melihat pembuatan Cubet, makanan lokal yang katanya sih udah semakin jarang ditemukan. Pembuatannya cukup sederhana :

  • Pisang dan tales dikupas dan direbus hingga lunak.
  • Setelah itu keduanya diulek dengan ulekan guedeee yang terbuat dari kayu atau batang kelapa yang disebut lulak.
  • Untuk memberikan rasa gurih ditambahkan parutan daging kelapa, ditempelkan ke seluruh badan cubet yang telah dibentuk menjadi bola-bola kecil.

Katanya sih dinikmati dengan gulai juga enak loh, tapi kemarin gue hanya menikmatinya dengan segelas kopi hangat, dan matahari terbenam yang super indah 🙂

Thanks to Villa Toska yang udah ngundang kita main-main kesana

All pic from @pinneng

more info ttg lokasi ini cek aja IG @binu_octa

7 small things you need to pack with you

WP_20150126_16_22_03_Pro
doodle by me 🙂

Kadang benda kecil yang terlihat remeh, ternyata mempunyai peranan yang sangat penting. Kadang pula benda-benda itu membuat kita tak perlu membawa benda yang mempunyai fungsi sejenis dengan ukuran yang jauh lebih besar, meskipun lebih familiar.

Seringkali trip-trip surfing atau kerjaan saya mengharuskan saya membawa benda-benda yang kadang nggak terpikirkan, tapi selaras dengan jam terbang, pengalaman  mengajari saya apa yang penting untuk disertakan. Benda-benda ini mungkin memang nggak akan berguna bagi orang lain , tapi siapa tau aja yang tadinya nggak kepikiran jadi mendapatkan solusi dari tulisan ini.

Sometimes small things help alot during trips. However it’s better to bring something smalll with similar function than same stuff with bigger volume.

My surf trips or any work trips allow me to record all the experience during the trip, so I can share it later in my blog or my webisode. These small things really helps.

• Lakban
Fungsi utama bagi saya adalah pertolongan pertama pada surfboard yang rusak/robek. Saat hanya membawa satu surfboard atau tidak ada ding repair, lakban ini sangat menolong untuk mencegah masuknya air laut lebih lanjut, sehingga surfboard tersebut masih bisa dipergunakan.

Fungsi berikutnya, untuk merekatkan apa saja yang sekiranya butuh pengaman lebih. Misal : merekatkan tali pengaman go pro pada board, merekatkan restleting travel bag saat lupa membawa gembok atau cable ties. Memang mudah dijebol tapi melakukan itu seakan-akan mengklaim wilayah privasi kita.

• Duct tape
For me, the main function is to cover all surfboard dings, epsecially when I bring only one board or there is no any ding repair around.
The other function is to attach anything that need high secure priority. Ex : To hold the go pro rope to the surfboard, or to wrap together my travel bags zipper head when I forget to bring the lock, I know it’s not totally secure but I do this just to keep my privacy borders.

• Perpanjangan kabel
Saat bepergian, biasanya di kamar hotel/penginapan itu hanya ada satu colokan, sementara gadget sudah menggunung dan semua membutuhkan asupan energi. Membawa sendiri perpanjangan kabel dengan beberapa lubang akan sangat menolong.

• Power cable extension
During trip, mostly the room only have one power outlet, with a buch of gadgets needed to be charged, power extension with extra outlets will help.

• Media Transmitter
Ada saatnya pada trip-trip pendek kita males membawa laptop yang memang lebih beresiko. Tapi selalu ada aja moment dimana teman yang membawa kamera bisa mengshare foto-foto/video seru yang bisa kita ambil. Nah media transmitter yang dapat mentransfer file pada memory card / flash disk ke memory card / flash disk / smartphone kita melalui wifi yang hanya sebesar hape, bisa melakukannya dengan mudah. Cukup mengisntall apps yang diperlukan pada smartphone/tab, dan pindah-pindah/memilih data dapat dilakukan dengan mudah.

• Media transmitter
In short trip, bring a portable comp sometimes cost to much space, and it’s heavy too. But we don’t want to miss any of cool photographs from our friends gadget. Media transmitter will allows you to transmit the file between flash disk/sd card throough your smartphone/tab and vice versa by wifi connection. Just install the apps to your gadget to operate.

• Media penyimpanan data
bisa berupa portable external hardisk yang kecil dan ringkas, flash disk atau SD Card. Jangan sampai memory di kamera kita habis sementara trip belum berakhir. Atau footage keren dari temen nggak bisa hijrah ke kita, jadinya kalau share kudu pake #throwback doong.

• Data storage
It can be a portable hardisk, flash disk or SD card. Don’t let lack of memory bother your pleasure during the trip. Also no excuse that you cant get some cool footages from friend.

• Keyboard
Saya bukan orang yang selalu menulis saat trip, tapi ada saatnya pula kita akan kelebihan waktu dan dapat memanfaatkannya dengan menulis (apalagi kalau kehabisa bacaan). Jika memang nggak bawa laptop, bawa saja wireless keyboard, yang dapat terhubung pada smartphone / tab, sehingga nulis dimana pun nggak masalah jadinya. Ringan.

I’m not an always-writing-person during trip, but there’s time when you have too much time without noting to do and writing clould be a perfect choice ( especially if you already finished all your books). Wireless keyboard that connected to your tab or smartphone will helps you writing in proper.

• Waterproof cam / smartphone housing.
Main air kan kudu ada buktinya juga 😀

Playing in the water always fun to shoot.

• Token internet banking
Percayalah.. ini ada aja kok gunanya, paling nggak.. nggak akan kelewatan bayar listrik.

When you are away from home, and there’s financial thing to take care, this internet banking token can be a perfect solution ( or just install the mobile banking apps).

7 tips mendaki gunung

IMG_8914
pic by Atre

Kenapa pula anak (yang yang biasanya ke) pantai ini ikut-ikutan mendaki gunung? Jangan sirik jangan sebel kalau saya tiba-tiba diajak naik gunung Tambora (Yak betul!! Tambora!) bareng Gilang, Atre, Giri dan bang Dede dalam rangka memproduksi film ‘Tambora, Trail of Ancestor’ yang sering woro wiri di sosial media dengan hesteg #TamboraToA.

Ini kedua kalnya gue naik gunung, Sebagai pendaki amatir, gue punya daftar pendakian yang ‘gaya’ deh. GImana nggak gaya coba, gunung pertama gue itu Rinjani. Kata orang-orang sih Rinjadi itu susah, capek, punya banyak bukit penyesalan pulak, tapi indah banget sih.

Tapi gue gagal muncak. Hiks. Lupakanlah.

Jadi, kabar baiknya, karena ini proses pembuatan film, naik gunungnya juga bisa di-setting. Maksudnya, nggak perlu beneran jalan dari gerbang bawah Doroncanga, berjam-jam di bawah terik matahari, di tengah sengatan angin dingin, tapi bisa pakai mobil 4X4 sampai di pos terakhir. Curang? ya nggak juga, bintang pelm nya bisa keburu lemes nggak bisa akting doong begitu nyampe di puncak hehehe.. #alesan.

Dengan sumringah gue melewati trek panjang selama kurang lebih 3 jam dari gerbang, melewati pos 1, pos 2, hingga ke pos 3, lokasi dimana kami dapat mendirikan tenda di sebelah sebuah bale-bale yang dibangun… hanya dengan pegal pantat dan punggung karena desak-desakan di dalam mobil. Sembari sedikit-sedikit menggigil diterpa angin semriwing.. Enteng, nggak terlalu dingin.

Sejam kemudian, gue harus menarik kata-kata ‘enteng-nggak-dingin’ tadi, digantikan dengan empat lapis baju hangat! Sekilas kayanya penampilan gue udah mirip maskot ban Mischelin deh. Mau gerak susah, mau ngambil gelas kaku karena seluruh jari-jari gue rapi terbungkus sarung tangan. Mau dengerin orang ngobrol juga susah karena kuping gue tertutup rapat pake kupluk. Pokoknya udah nggak ketebak wujudnya.

Begitu selesai makan malam dan tenda berdiri dengan doyongnya ditengah hembusan angin kecang yang tak ada habisnya, gue dengan sukacita merangkak masuk, membungkus diri dengan sleeping bag gue yang dulu kata bokap isinya tuh bulu angsa. Enyaaakk..

Niatan muncak pukul 2 subuh bergeser jadi pukul 7 pagi. Horeeeee…

Baru saja kaki melangkah beberapa meter, napas sudah ngos-ngosan. Jangan kira karena biasa main di laut, kegulung ombak, terus jadi jagoan naik gunungnya. Beda cerita itu. #ngeles.

Intinya banyak pelajaran yang bisa dibagian menjadi beberapa tips penting yang harus diketahui saat naik gunung. Nih:

Gemala 920_20141017_17_20_13_Pro__highres
mobil ajaib kami. Nisa manjat-manjat batu, yang banyak bertebaran sepanjang pos1 hingga 3.

• Jangan pakai celana jeans. Berasa keren sih iya, tapi selain kelihatan ‘bukan anak gunung’-nya, jeans juga harus dihindari karena beberapa alasan: berat dan kalau basah ya makin berat dan susak kering. Terus kan pastinya celana jeansnya yang model terkini doong, dengan potongan yang lumayan ngepas ( masa iya pake baggy) naah, jadi mudah lecet tuh.

• Gunakan otot besar saat melangkah. Ini penting banget ternyata untuk menghindari keluhan ‘Aduh lututku..’ Ini sih nggak terbatas usia loh yaa. Mentang-mentang masih muda terus semena-mena dengan lutut. Lagian otot yang menahan lutut itu lebih kecil. Coba saat berjalan atau saat akan melangkah ke bidang yang lebih tinggi, bayangkan pakai otot paha dan pantat. Anggap saja lagi latihan squat. Cewe-cewe pasti doyan nih, bisa membentuk bokong jadi sexy 😀

• Bawa cemilan. Lupakan diet! Tubuh perlu energi. Snack, kopi, teh bakalan nikmat banget kalau dinikmati di atas. Saat kehabisan makanan juga tenaga, cobalah mengulum sesendok gula. It’s help!

• Perlengkapan bagus dan benar sangat menolong. Pilih ransel yang memang diperuntukkan untuk outdoor, biasanya titik beratnya pas banget tuh, nggak ngeberatin satu titik secara berlebihan

• Nggak usah gengsi untuk minta berhenti beristirahat. Toh nggak dikejar debt collector kan?

• Minum secukupnya saja untuk menghapus rasa kering di tenggorokan. Kalau kepenuhan males jalan nanti.

• Nikmati pemandangan, dan isi paru-paru sepuas mungkin!

IMG_9012
Kalau istirahatnya begini, pasti malas untuk lanjut lagi. Pemandangannya terlalu indah sih.

Gemala 920_20141018_08_03_13_Pro__highres

IMG_9136
Tips terakhir : Jangan lupa selfie kalo nggak ada yang bisa bantu foto. Kalo ada yang fotoin sih, duduk manis aja. Cheers!

Perempuan Keren Trans TV

Program yang membahas kesuksesan para perempuan modern Indonesia dan inspiratif. Selain sukses secara pribadi, para perempuan ini juga peduli pada sesama. Kesuksesan mereka bisa menjadi inspirasi bagi seluruh perempuan di Indonesia untuk berani bermimpi besar dan bekerja keras dalam mewujudkan mimpinya. Program ini akan dipandu oleh Irgi Fahrezi selama 30 menit dan meliput kegiatan dan prestasi dari para perempuan keren Indonesia.