6 fakta seru tentang Orangutan Borneo -Tanjung Puting

One of my dream to visit Orangutan Borneo in Tanjung Puting was completed!

Journey to the remote area of Borneo, Tanjung Puting to be precise, lead me to one of the biggest Orangutan colony on this earth.

Kalau biasanya saya selalu trip nggak jauh-jauh dari surfing (baca deh perjalanan gw ngubek2 Rote disini) dan diving (dan ini cerita waktu diving di Alor dan Aceh), bahkan trekking pun hanya sesekali saja (ni cerita waktu seseruan di Papandayan), nah pada kesempatan kali ini, kesempatan memasuki jantung hutan Borneo atau Kalimantan untuk bertemu Orangutan in person di Tanjung Puting ga mungkin dilewatkan .

Nah, ini fakta seru yang bisa kamu temukan di Borneo – Tanjung Puting dan tentang Orangutan juga

  1. Klotok

Pepohonan yang rapat secara perlahan bergerak kebelakang seiring klotok yang saya tumpangi bergerak perlahan memasuki wilayah hutan Borneo – Tanjung Puting. Yak, cara terbaik untuk mengunjungi kawasan yang telah ditentukan menjadi Taman Nasional pada Departemen Kehutanan menetapkan Tanjung Puting di Borneo sebagai Taman Nasional pada tahun 1984 berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 096/Kpts-II/84 tanggal 12 Mei 1984 dan berdasarkan SK. Dirjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam No. 45/kpts/IV-Sek/84 tanggal 11 Desember 1984 ini memang menggunakan klotok, perahu kayu yang berukuran cukup besar, memiliki dek cukup luas yang dapat berfungsi sebagai ruang bersantai, ruang makan dan ruang tidur di malam hari.

orangutan_tanjung-puting-7

Klotok seperti ini dapat memuat 4 hingga 7 orang secara nyaman. Dan masing-masing klotok memiliki seorang guide yang akan menemani dan menjelaskan semuanya. Beruntung hari itu dalam rangka survey lokasi, saya ditemani Bang Yomie dan Bang Miki yang merupakan para guide senior.

Urusan kamar mandi yang biasanya menjadi pertanyaan pertama para manusia perkotaan pun jangan dikawatirkan. Setiap klotok dilengkapi oleh sebuah kamar mandi shower dengan wc duduk yang bersih. Jadi nggak ada alasan nggak mau mandi atau nggak bisa buang air selama trip yang bisanya memakan waktu 2 hingga 3 hari.

oangutan_tanjung-puting-6

2. Bukan lokasi terbaik untuk berdiet

Urusan makanpun ternyata sangat mewah. Masakan rumah ditemani buah-buahan pencuci mulut tak pernah absen pada jam-jam lapar menghiasi meja makan dengan pemandangan mewah kerimbunan hutan Kalimantan. Ah ya, tak ketinggalan kue-kue kecil yang menemani saat menyesap kopi dan teh di sore hari. It’s a luxury trip!!

3. Tidur di alam terbuka

Begitu juga saat malam tiba dan kasur-kasur mulai digelar. Masing-masing memiliki kelambung yang melindungi dari gigitan serangga. Tidur sembari mendengar suara hutan dan merasakan semilir angin segar adalah kembali satu kemewahan yang tak dapat ditukarkan oleh apapun. Tak perlu lagi pendingin ruangan, udara malam hutan pun dapat membuatmu menarik selimut.

4. Dr. Birute Galdikas

Kawasan konservasi di Orangutan di Borneo – Tanjung Puting ini memang awalnya merupakan kawasan yang didedikasikan untuk mempelajari primata ini secara lebih insentif, berkembang menjadi penampungan bagi Orangutan yang tertangkap manusia tak bertanggung jawab, untuk direhabilitasi sebelum kembali dilepaskan ke alamnya. Karena saat mereka diseka selama bertahun-tahun, apalagi sejak usian muda, insting mereka untuk bertahan di alam liar harus kembali diasah.

orangutan_tanjung-puting

Kawasan konservasi Orangutan di Borneo – Tanjung Puting ini memang tak bisa dipisahkan dari kisah D. Birute Galdikas yang pada tahun 1971 saat berusia 25 tahun memutuskan untuk mempelajari tentang Orangutan langsung di habitatnya. Can you image, a young girl aged 25 years old, all the way fly to the heart of Borneo Jungle from U.S?

Well, semua tak sia-sia. Selain konservasi yang berkembang, perekomunian warga setempat pun ikut berkembang seiring semakin majunya sisi eco wisata dari lokasi ini. Semua dikelola secara professional demi menjaga segala keberlangsungan yang ada.

5. Orangutan colony lead by aplha male

Speaking of para Orangutan di Borneo yang menjadi daya tarik utama disini, baik Bang Yom dan Bang Miki banyak bercerita mengenai ‘drama-drama’ yang terjadi.

“Mereka selalu mempunyai seorang raja disini. Sekarang ini alpha male yang lagi menjabat namanya Tom.”

“Iya, dan kalau lagi saat feeding, nggak ada yang berani menyentuh pisang-pisang sebelum Tom kekenyangan. Semua menunggu, kecuali satu betina alpha yang lagi deket dengan Tom.”

oangutan_tanjung-puting-5

Ok, jadi pelajaran pertama adalah Tom si alpha male ini mempunyai wilayah yang tak boleh diusik jantan lain. Semua betina di wilayahnya adalah miliknya, dan tak ada yang boleh menolak saat Tom naksir pada salah satunya. Wow! Pasti banyak pria-pira di luat sana yang sirik berat pada Tom (yang belakangan saya sadari potongan poninya mirip banget dengan potongan poni saya #oleswax)

Kamera tak pernah lepas dari tangan. Sebisa mungkin saya selalu siap sedia merekam segala tingkah laku mereka yang menarik. Saat pertama kali turun dari Klotok pun kami sudah disambut seekor pejantan yang kemudian berpose tanpa malu-malu di hadapan para turis dengan bergelayut di pohon rendah.

“Meskipun bobot mereka bisa mencapai 125 kg dengan kekuatan yang setara 8 pria dewasa, namun mereka bisa membagi bobotnya jadi dahan kecil yang dipakai bergelantungan pun tak patah.”

Ah, ya.. saya baru memperhatikan betapa dahan-dahan kecil itu melengkung menahan beban berat tapi tak patah. Wow, ilmu meringankan tubuh itu benar-benar ada !

Kemudian kami bergerak perlahan memasuki hutan, dimana Bang Miki banyak menceritakan tentang Orangutan Borneo di kawasan Tanjung Puting ini.

orangutan_tanjung-puting-4

6. Kesamaan DNA Orangutan dan manusia mencapai 97%

“Tingkat intlektual mereka bisa disamakan dengan bocah berumur 5-6 tahun. Mereka bisa meniru dengan baik.” Om Yom kembali bercerita dalam perjalanan kami menuju tempat feeding.

“Satu waktu, ada Orangutan bernama Pen, dan dia bisa membobol gudang pemyimpanan makanan meskipun sudah dikunci. Lobang kecil sudah cukup bagi dia untuk memasukkan jarinya, dan dengan kekuatannya dengan mudah ia membukan apapun.”

“Dia bisa mendayung.”

“What!! Serius?!”

“Iya, dia bisa meniru gerakan mendayung dan bisa mencuri perahu kecil untuk didayung sendiri.”

“Kadang ia bisa hitch hiking pada klotok-klotok yang lewat. Ia menumpang.” Saya membayangkan dengan geli si Pen mengacungkan jempolnya memberi tanda akan nembeng ke klotok yang lewat.

Betapa hewan liar bisa mempercayai manusia. Saya pernah berenang bersama whaleshark dan manta (baca deh ceritanya disini), dan sangat terasa bagaimana mereka dengan polosnya bisa mempercayai manusia, sementara ada saja manusia yang kemudian memperdayakan atau membahayakan mereka. Si Pen ini pun pasti sangat percaya pada manusia.

“Mereka memiliki 97% kemiripan DNA dibandingkan manusia. Jadi memang kita hanya berbeda 3% saja.”

Wow, segitu banyaknya kah kemiripan kita dibandingkan mereka. Saya suka sekali memandang mata mereka, dan cara mereka berkomunikasi. Saya geli melihat drama-drama yang terjadi saat feeding siang itu.

Lokasi feeding dibatasi oleh pagar kayu dengan jarak sekitar 10 meteran dari panggung kayu dimana pisang-pisang ditumpuk diatasnya. Tak lama kemudia Tom muncul dengan gagahnya dan langsung mengambil tempat di tengah. Refleks saya langsung memegang poni, berasa dapat kembaran.

“Tapi Pen tak bisa bersaing dengan Tom, jadi ia menghilang beberapa tahun yang lalu, Tak ada yang tau kemana perginya. Mungkin membangun kerajaan baru.”

Sore itu, kami kembali berlayar mengarungi sungai sekonyer sembari menikmati udara sore yang sejuk, ditemani celoteh burung-burung dan bekantan yang sibuk bergelantungan di kanan dan kiri sungai.

Tanjung Puting di Borneo memang satu lokasi yang wajib dikunjungi. Dimana lagi kamu bisa melihat langsung kelakuan para Orangutan secara langsung di habitatnya? So, get rid your high heels just go to the jungle

instagram-photo-7

Gemala Hanafiah

A traveler who only have 3% DNA gap compare to Orangutan.

more info :

Omie Tour Organizer
Jalan Bahari No. 27, RT. 13, Kumai Hilir, Kecamatan Kumai
Pangkalan Bun – Kalimantan Tengah 74181 – INDONESIA
Telp : +6281352736054
WA : +6281316083838
Pin BB : 2B9ACE57
Email : kamale83@gmail.com , cc : info@orangutandays.com
Website : www.orangutandays.com