My 5 fav spot in Indonesia

Artikel ini gw tulis untuk majalah Cleo edisi Juli 2016.

Jadi ini 5 destinasi favorit gw untuk saat ini di Indonesia, berdasarkan keunikan dan alamnya (maklum yaa kalau banyak yang daerah ‘basah’ soalnya gw susah jauh dari air hehehe), lengkap dengan daya tariknya, informasi akomodasi dan trasnsportasinya.

Nemberala

_MPS4326Heaven on earth, kalau kata para turis selancar yang datang ke pulau Rote. salah satu pantai yang memiliki ombak sempurna bagi para peselancar itu adalah Nemberala. Selain ombaknya, pasir putih dengan jajaran pohon kelapa menambah nilai tambah bagi para pengunjung. Desa ini masih sangat alami, maka jika lokasi liburan yang jauh dari keramaian serta tv menjadi kata yang asing, disinilah tempatnya.

what to do

  • surfing tentunya, di salah satu lefthander terbaik di Indonesia : besialu point.
  • Diving. Mereka juga mempunyai beberapa titik penyelaman yang menarik
  • Cruising along villages dan menemukan pemandangan unik khas Indonesia Timur yang seru.
  • Sunbathing di hamparan pasir putih bak memiliki pantai pribadi.

what to eat

Nemberala tidak memiliki warung makan layaknya lokasi wisata lain, biasanya para tamu disediakan makan 3 kali sehari di penginapan / resort masing-masing. Tapi ada satu local bakery yang wajib dicoba, karena mereka membuat donat kampung yang lezat.

where to stay

Anugerah surf and dive resort, sebagai satu-satunya resort dengan fasilitas dive operator di Nemberala

http://www.surfdiverote.com

How to get there

Fast boat

Kupang-Rote setiap senin, kamis, jumat, sabtu, minggu : 08:30 dan 14:00

Kupang-Rote setiap selasa dan rabu : 08:30

Pesawat

Wings Air Kupang-Rote: 15:10

Wings Air Rote-Kupang : 16:05

Banda Neira

Processed with VSCOcam with q7 preset
Pasir putih di Hatta island

Keindahan alam bawah laut Banda Neira yang terletak di provinsi Maluku ini sudah tak perlu diragukan lagi. Keindahan yang dipadu dengan sejarah panjang perdangan dan perkebunan pala, menghasilkan situs-situs menarik untuk dikunjungi. Diatas semua itu, alam Banda Neira sangat memanjakan mata dan cocok untuk berleha-leha sembari menikmati secangkir kopi pala.

what to do

  • Diving pastinya, serta berburu foto Hammerhead yang banyak berseliweran di perairannya.
  • Mengujungi benteng keren di pulau Banda Neira dan sekitarnya
  • Melihat perkebunan pala yang masih terpelihara baik hingga sekarang

Where to stay

The Nutmeg Tree, jl. Pelabuhan, Desa Nusantara

Facebook : The Nutmeg Tree Banda Neira

Why this place? Love the vibe of herritage / classic so much.

What to eat

  • Capcay saus Almond
  • Kue kemiri
  • Kopi pala

How to get there

Fast boat

Tulehu (Ambon) – Banda Neira every Monday and Friday 08:00 ( 4 hours)

Banda Neira – Tulehu every Tuesday and Saturday 08:00

Alor

alor-12

Alor semakin dikenal karena site-site penyelamannya yang luar biasa. Bagi pada pecinta binatang macro, fans pelagic seperti hiu, napoleon dan baraccuda, atau hanya penikmat warna karang yang saturasinya kadang seperti tak asli saking terangnya, semua ada disini.

What to do

  • diving, diving dan diving
  • ke desa Takpala dan berfoto menggunakan pakaian adat.
  • mengunjungi pasar tradisional dan mencoba jagung meriam

Where to Stay

Hotel Pulo Alor, kota Kalabahi.

Dive operator

www.divealordive.com

Sam : 081337966161

How to get there

NAM air dan Wings 4 kali sehari

Tangkahan

DCIM101GOPRO

Tangkahan sebagai bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser pastinya menjaga ketat kawasan hutan mereka, dan hal ini jugalah yang menjanjikan petualangan tiada henti di kawasan Tangkahan sendiri.

What to do

  • Trekking naik gajah melintasi sungai dan hutan
  • Menginap di Goa Kambing yang meskipun terletak di tengah hutan tapi memiliki fasilitas bak hotel berbintang dengan kasur tiup, kelambu untuk menjaga kenyamanan tamu, tirai air alami serta kamar mandi dengan sumber air langsung dari tanah. Sangat menyegarkan.
  • Tubing di sungai batang dan mampir ke setiap air terjun yang dilewati.

Where to stay

How to get there

Mobil sewa dari Medan yang berjarak 3 jam perjalanan.

Tanjung Puting

IMG_0075

Orangutan merupakan salah empat dari kera besar yang dilindungi di dunia, dan keberadaannya hanya ada di Borneo. Tanjung Puting merupakan salah satu lokasi terbaik untuk mengunjungi Orangutan di alamnya.

What to do

  • Mengunjungi Orangutan
  • Bird watching
  • Menikmati suasana hutan

Where to stay

Klotok atau kapal kayu besar adalah akomodasi terbaik saat berada di Tanjung Putting. Sensasi menginap di sungai dikelilingi hutan hujan tropis tak akan bisa tergantingan dengan kemewahan apapun.

Kontak klotok : Yomie 081316083838

How to get there

Fly to Pangakalan Bun dan gunakan taxi bandara untuk mencapai dermaga.

Semoga info-infonya berguna yaa 🙂

 

Behind The Scene MTMA get WET part 2

gemala_surfing_nias_2
dermaga di Pulau Asu

Part 2

Yes, keseruan kita rasanya kepanjangan kalau hanya diceritakan dalam satu psotingan blog, naah lanjut part 2 niih

untuk yang belum baca part 1, klik disini yaa

3rd stop : Pulau Asu

Serius namanya Asu? Percayalah.. namanya memang Asu.

Selain durian, pulau Asu ini memang paling banyak disebut-sebut oleh warga penghuni Instagram and the gank. Pulau yang indah dan natural dengan pasir putih. Beruntung hari berikutnya kami berkesempatan untuk menyeberang ke Asu.

Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang itu sekitar 2 jam. Tapi semua tergantung cuaca dan jenis transportasi yang digunakan. Kami semua kebagian speed boat saat itu. Tak lama setelah melempar sauh, boat mulai diterjang gelombang yang lumayan besar. Gimana nggak, beberapa host yang sibuk suting di depan boat basah kuyub terkena terjangan air mendadak. Oke, waktunya masuk anak-anak!

gemala_surfing_nias_11

Tapi masalahnya, berdiam diri di dalam boat-pun semakin membuat mual karena terjangan gelombang tanpa henti. Nah, ini dia tips agar tidak mabuk laut :

  • pindah ke bagian belakang boat yang terbuka, layangkan pandangan sejauh mungkin dan rasakan udara laut yang segar menerpa wajamu.
gemala_surfing_nias_5
Yes, it’s the best place to avoid sea sick *LemparPoni
gemala_surfing_nias_6
Gue yakin ni Atre berusaha keras nahan mabuk laut 😀

Pulau Asu ini merupakan salah satu pulau andalan yang ada di kecamatan kepulauan Hinoko, Nias Barat. Dan reputasi itu langsung terbukti saat kami menginjakkan kaki. Pasir putih meliuk-liuk mengikuti garis pantainya, dinaungi pohon-pohon kelapa, diselingi batu-batu karang yang menambah kesan artistic untuk difoto.

Yes. Welcome to Asu island!

Selain untuk berselancar, pulau Asu ini juga seru untuk leyeh-leyeh. Trekking menjelajah pulau dan yoga bisa menjadi alternative kegiatan yang menyenangkan. Oya, kalau mau lihat Marshall yoga ditemani gw dan Atre, jangan lupa cek video di bawah yaaa 😀

Selanjutnya lebih baik foto-foto yang berbicara.

gemala_surfing_nias_7
feels like a private island!

gemala_surfing_nias_4

Selain sight seeing untuk  nikmatin pantai pulau Asu yang indah, ada cara lain ternyata… YOGA! Nah, kebayang nggak tuh yoga di tepi pantai super sepi, bisa menghirup udara laut yang segar sembari merasakan belaian angin sepoi-sepoi di kulit. Masalahnya, Marshall rupanya punya gerakan sendiri untuk yoga, cek deh foto-foto ini 😀

gemala_surfing_nias_8
Marshall ngarang gerakan niiih 😀
gemala_surfing_nias_9
Kebayang ga harus on cam  dengan gerakan kayak gitu hehehe

4th stop : Musium Pusaka Nias

Penasaran dengan sejarah Nias yang unik? Pengen tau kenapa ada lompat batu di Nias? Ini dia tempatnya. Disini kita bisa mendapatkan informasi lengkap dari guide professional.

Rupanya ritual lompat batu Nias itu dulunya ada di seluruh pulau, tidak hanya terdapat di bagian selatan seperti yang ada saat ini. Lompat batu berfungsi sebagai tanda seseorang dapat maju perang untuk membela kampungnya karena pada saat itu kampung-kampung di Nias memliki pagar pelindung setinggi 2 meter, seukuran batu yang mereka lompati sekarang.

Upeti kepala manusia juga merupakan syarat seseorang dapat menikah, mirip budaya yang ada di kalangan suku Dayak jaman dahulu. Maka tak heran kalau rumah-rumah jaman dulu dihiasi kepala manusia selain kepala binatang buruan.

gemala_surfing_nias_19

gemala_surfing_nias_17

5th stop : Durian!

Ini dia favorit gw selain ombak! Durian! Akhirnya kesampaian juga mencoba durian Nias yang terkenal itu.. dalam kondisi matang hhehehehe. Saat itu memang belum musim durian, maka agak jarang ditemukan dan harganya lebih tinggi. Untuk masalah harga, silakan dipergunakan keahlian menawar masing-masing, meskipun menurut gw sih nggak perlu ditawar lagi, soanya cukup murah dibandingkan setelah sampai di Medan.

Daging buahnya yang lembut langsung lumer di mulut, membuat gw dan Atre nggak hentinya-hentinya saling melempar senyum bahagia. Satu buah kami habiskan susah payah karena langsung disambung setelah makan siang, semetara ada satu kepala lagi menanti. Ah, andai waktu kami masih panjang di Nias, pasti akan banyak petualangan seru yang bisa dijalani. Ya’ahowwu!

Notes

Untuk yang penasaran gimana caranya mencapai Nias, nih :

  • Terbang ke Medan dengan Garuda Indonesia, lanjut menggunakan Garuda Explore ke Bandara Binaka (Gunung Sitoli) yang memiliki 2 kali penerbangan dalam sehari:
  1. 06:00 (KNO) – 06:55 (GNS)
  2. 12:45 (KNO) – 13:45 (GNS)

All pic by Imandaru Candraningtyas, Aziman Fadhli from Digital Marketing Analyst Garuda Indonesia

 

Special thanks to

garuda2

 

Pagi Pagi Net – Gemala Hanafiah

Pagi Pagi, program talkshow ringan yang tayang di NET TV ini  dipandu oleh Andre Taulany dan Hesti Purwadinata.

Kali ini gue banyak bercerita tentang seluk beluk surfing, trik n tips untuk memulai belajar sampai ke spot surfing favorit di Indonesia sebagai negara yang meiliki ratusan spot surfing berkelas dunia.

Enjoy gais 🙂

Behind The Scene MTMA #GaExploreNias

Semua ini karena Atre. Iya, Atre penulis dan blogger nyentrik yang menantang host MTMA ( My Trip My Adventure) di #GAExploreNias quiz untuk menutup acara program dengan bahasa NIAS. Kebayang ga sih susahnya? Hmmm.. lebih susah mana dengan ditantang ngerayu cewe pakai bahasa Nias? #eh

Nias_gemala_2
Ceritanya ketemu Marshall di bandara, sama-sama mau ke Nias

Nias_gemala_3
Maafkan kelakuan 😀
Nias itu selain terkenal dengan ombaknya, ternyata menyimpan banyak sekali keunikan, termasuk masalah bahasa tadi. Udah tau belum kalau ternyata bahasa Nias itu TIDAK ADA yang dihadiri dengan KONSONAN? Semua berakhir dengan huruf vokal. Makanya, gw penasaran banget liat Marshall Sastra(host MTMA yang sial ketiban tantangan Atre) untuk ngafalin beberapa kalimat berbahasa Nias.

Dan gw? Well, karena urusannya nggak jauh-jauh dari surfing, maka gw ‘terpaksa’ harus ikut untuk surfing di Nias #nyebelin. Karena kebutuhan suting juga, gw HARUS duduk disebelah Marshall (dilarang sirik, maksudnya jangan sirik ama Marshall-nya). Dan karena kita pakai Garuda, penerbangan 2 jam jadi nggak terasa dengan adanya inflight entertainment di masing-masing kursi. Jadi barter deh, Marshall nonton Wet Traveler dan gw nonton MTMA yang emang udah masuk inflight entertainment. Keren-keren ya acaranya #tsah.

Sejak pertama posting trip #GAExploreNias dan #AyoLiburan ini, pasti ada aja yang komen tentang durian. Bikin penasaran, seenak apa sih duriannya? Bahkan katanya warga asli sini memakannya dalam keadaan mentah? What?! Dan konon durian-durian lezat di Medan juga berasal dari Nias loh.

Tapi karena kami harus meluncur ke daerah teluk dalam, berburu durian untuk sementara harus dikesampingkan dulu. Ini saatnya surfing!

Nias_gemala_5
Penampakan Garuda Explore 
1st stop : Sorake Beach.

Semenjak tsunami dekade silam, ombak Sorake mengalami perubahan. Karang yang berada di dasar terdorong naik, sehingga ombak Sorake semakin mudah pecah tidak lagi membutuhkan gelombang super besar untuk menghasilkan gulungan yang sexy yang digemari para peselancar.

Termasuk 10 ombak terbaik di Indonesia versi majalah Tracks, Nias memang cukup konsisten dan digemari baik peselancar professional maupun pemula. Ombak kanan ini bisa menjadi sangat ramai pada saat high season yang jatuh pada tengah tahun, atau kapanpun saat ombak besar datang.

Nias_gemala_7
Ini adegan WAJIB! coba tebak kita lagi bilang apa? 😀

Nias_gemala_14
yang mau liat videonya bisa klik disini, atau scroll aja sampai bawah yaa..

Nias_gemala_10
Full squad!! Atre – gue -Marshall – Salini
Berselancar disini selalu membuat gw sport jantung, apalagi saat ukurannya membesar. Tapi sensasi saat berhasil mengendarai ombaknya benar-benar luar biasa. Bentuknya yang sempurna bak jalan tol mulus tanpa halangan. Besar dan mulus. Aku jatuh cinta.

Namun saat terjebak di dalam ‘impact zone’, ya siap-siap masuk ke gulungan mesin cuci. Meskipun gulungannya cukup keras, ombak Sorake ini termasuk aman karena dalam, jadi tidak akan tergores karang saat tergulung.

Nias_gemala_15
Spotted! Atre santai-santai di pantai sambil foto-foto ..Grrrrrr
2nd stop : Lagundri

Nah, bagi yang ingin belajar surfing, disinilah tempatnya. Letaknya tidak jauh dari pantai Sorake, pantai Lagundri ini memiliki dasar pasir yang pastinya aman untuk belajar. Lokasibya terletak di depan sungai, maka tak heran airnya sedikit berwarna coklat, tak sejernih Sorake. Namun sungai itu juga yang menyebabkan pendangkalan di depannya dan ombak yang sesuai untuk surfing bisa terbentuk konsisten.

Dan disini juga akhirnya Marshall sukses berdiri, bahkan dengan paddle sendiri, meskipun harus bersaing dengan bocah-bocah local. Well, sepertinya memang gimana gurunya ya? Buktinya waktu diajari David (keterlaluan kalau nggak tau David), nyungsep melulu katanya 😀

Nias_gemala_12
Kira-kira Marshall bakal bisa berdiri ga? kalo penasaran scroll ke bawah tonton videonya
Nias_gemala_13

Next stop ngapain lagi? Cek part 2 nanti yaaa

Notes

Untuk yang penasaran gimana caranya mencapai Nias, nih :

  • Terbang ke Medan dengan Garuda Indonesia, lanjut menggunakan Garuda Explore ke Bandara Binaka (Gunung Sitoli) yang memiliki 2 kali penerbangan dalam sehari:
  1. 06:00 (KNO) – 06:55 (GNS)
  2. 12:45 (KNO) – 13:45 (GNS)

 

Surfing Aceh

Gue, Yudi dan temen2 surfer lokal Aceh sesaat sblm basah :D
Gue, Yudi dan temen2 surfer lokal Aceh sesaat sblm basah 😀

Semua yang nanggung itu cuma bikin penasaran.

Dan ini yang gw rasakan selama 6 tahun! Astaga, nggak kerasa ya. Sudah 6 tahun yang lalu sejak kunjungan terakhir gw ke Aceh, tepatnya ke Lhoknga untuk surfing yang itupun hanya dibatasi 2 jam! Nggak lebih, atau mbak reporter pasang muka masam, semasam ketek gue yang nggak mandi 2 jam (buset dah). Dan kamu tau kaan, kalo surfing cuma 2 jam mah boro-boro puas.. yang ada malah tambah penasaran.

Tapi siang itu, gw kembali berdiri dengan gagahnya di atas boat yang mengantar gw dan teman-teman lokal menuju point left. emmm.. berdirinya nggak pake tangan terbentang ala-ala Titanic sih. Tapi perasaannya seromantis itu pasti, melihat ombak bergulung sempurna dari jauh.

Ombak Left
Ombak Left

Point pertama yang dicoba itu : Left

Hmmmm, ini yang kasih nama bener-bener nggak mau susah deh. Emang ombaknya ngarah ke kiri sih. Dan karena gw mainnya pas lagi surut, jadilah ombaknya barrel-barrel sepanjang masa. Para lokal bolak balik keluar masuk terowongan, bikin sirik. Sampai satu saat gw bener-bener penasaran pengen nyobain barrel juga disini, dan pada saat ombak datang dengan sekuat tenaga dan sepenuh jiwa raga gw paddle dengan maksud hati mau coba pose keren di terowongan ombak seperti mereka, e tapi…. begitu take off, sok-sok grab rail (memegang bagian samping papan agar stabil) sembari menekukkan salah satu kaki dengan muka serius dan pastinya sedikit monyong…

..dan langsung kegulung. Sekian.

Tapi untuk yang suka ombak cepat dan barrel, left ini tempatnya. Inget yaa.. saat surut. Pada saat pasang karakter ombak berubah jadi rada mellow dan menyenangkan.

kata siapa di laut kaga bisa selfie :D
kata siapa di laut kaga bisa selfie 😀

Lokasi kedua yang dicoba adalah : A Frame

Bukan… bukan seperti bingkai lukisan gitu.. tapi karena ombaknya bisa dipakai ke kiri dan kanan, jadinya seperti huruf A. Naaah, ini lebih keras nih karakternya. Boro-boro gue berani main saat surut. Tau diri lah. Jadi dengan senang hari gw nunggu sampe rada pasang. Dan ambil yang ke arah kanan. Meskipun nggak terlalu panjang, tapi nikmeh tiada tara! Indah!

Nigh tips-tips untuk surfing di Aceh:

1. Musim yang cuco adalah saat musim hujan sampai menjelang bulan Mei. Anginnya offshore.

2. Semua surfer lokal dan tamu-tamu disini super ramah. Karena itu jangan ngelujak dan jadi greedy ya! Tetap hargai dan junjung tinggi etika main surfingmu. Jangan ngedrop dan ambil ombak terus-terusan tanpa peduli giliran orang lain,

3. Jangan surfing hanya dengan bikini aja ( Iyaaa.. ini tips buat, chewed, surfer cowo ga usah ge er deh), dulu sih gw ga boleh juga pake celana yang terlalu pendek, tapi sekarang mereka udah lebih nyante kok. toh polisi syariah nggak sampe tengah laut hehehe.

4. Jangan lupa pesen kopi Aceh! Wajib itu hukumnya.

5. Buat para diver, sok atuh mangga nyobain divingnya ke Weh or Sabang yaaa.

6. Dari Banda Aceh ke Lhoknga itu cuma 30 menitan, deket banget, Bisa sewa mobil untuk nganter, dan nantinya bisa sewa motor untuk muter2.

7. Penginapan yang rekomended itu di Yudi’s Place so lo bisa tanya2 kapan saat2 yang bagus.

And thanks to Garuda Indonesia for make it all happened :)))

tulisan gue tentang Surfing Lhoknga juga bisa diliat disini dan video surfing Lhoknga bakal masuk di serial Wet Traveler.. uhuuyyy!!!!

_MPS7032
sunset di pantai Lhoknga

Surfing Balian – Bali

IMG_1533

Scroll down for English version

Indonesia

Pengen surfing di Bali , tapi jenuh dan males sikut-sikutan di dunia persilatan surfing Bali yang ramenya udah nyaingin angkot Jakarta? Pengen segala ke-eksotikan Bali tapi males terlalu turistik?

Balian jawabannya.

Nama Balian memang belum terlalu familiar bagi kebanyakan orang. Gue sih waktu ditawari untuk mencoba surfing di Balian langsung kegirangan setengah mati. Gue udah tau kalo Balian itu lokasi yang pas untuk surfing santai, dan suasananya pas juga untuk leyeh-leyeh. Dan gue juga udah tau kalau lokasinya sekitar dua jam dari Kuta. Tapi dua jam itu nggak seberapa dengan suasana yang bakal didapat.

Begitu memasuki Pondok Pitaya, mata gue langusung bingung memilih fokus antara merhatiin bangunan resortnya yang lucu dan pemandangan ombak yang emang langsung bisa dilihat dari restaurannya. Ombaknya unyu bangeeeeedd.. langsung nggak sabar pengen nggelinding ke sana.

Balian mempunyai beberapa spot surfing ada yang kiri dan kanan. Musim puncaknya itu sekitar pertengahan tahun, jadi gue cukup beruntung mencobanya saat tidak terlalu rame. Dan beruntung juga juga saat itu ombaknya bagus meski belum memasuki high season. Dan setelah mencoba ombaknya, ni beberapa tips dari gue :

  • Bawalah fun board atau minimalibu. Karakter ombak Balian ini cukup mellow, tidak sangar, jadi dengan fun board kita nggak perlu capek-capek cari speed, tapi nikmati dorongan santainya. Mana ombaknya panjang pula. Baik yang di kiri maupun kanan.
  • Saat terbaik untuk surfing adalah menjelang pasang, karena terdapat karang-karang di bagian depan, sehingga lebih aman surfing saat pasang. Lebih dalam.
  • Perhatikan arus saat akan paddle out, karena deket muara, arus disini cenderung sedikit kuat. Tapi hanya di bagian pinggir, kalau sudah di tengah lebih aman.

IMG_1525

English

Keen to surfing in Bali but tired of the crowd? Want to enjoy Bali’s exoticment but not too touristic?

Well, it’s Balian than.

Balian maybe not too familiar for some people, even this place is still in Bali. When I get offered to surf here, I was so stoked! It’s one of my dream surfing destination. I knew that Balian is great for non-hardcore surfer, also suitable for relaxing. I did know that it took two hours from Kuta to here. But two hours is nothing compare with what you will get here.

Once I entering Pondok Pitaya, I got confused to choose focus between the resort and the wave. The resort is enchanting with the unique design. From it’s restaurant, I can see the wave clearly. It’s soo close! Can’t wait to hit the water.

Balian had several surf spot, lefhander and righthander. The peak season is around june-luly during the dry season. I got lucky that I had a chance to try during low season, but in good condition. Here some tips:

  • Bring your fun board or minimalibu. The Balian wave character is pretty mellow, so with fun board you don’t need to find some speed. Just glide with the long wave, left and right.
  • The best time to surf is during mid to high tide. There are some reef just in front of the point, and it can get pretty shallow during low tide.
  • Pay attention to the current, as this point near a river mouth, that can producing pretty strong current. But it’s only on the sea shore, the current will disappear when you get further.

IMG_1548

IMG_1522